Tadris IPS FTIK UIN KHAS Jember Teguhkan Komitmen Kinerja Adaptif dalam RAKERPIM 2026
Tadris IPS FTIK – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) 2026 yang dibuka oleh Wakil Rektor 1 Prof. Dr. M. Khusna Amal, M.Si dan ditutup dengan peneguhan komitmen kinerja yang lebih adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21 oleh Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si. Kegiatan yang berlangsung di Kalibaru Cottages Hotel Banyuwangi ini resmi berakhir pada Kamis, 30 April 2026, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja (Perkin) antara 11 Koordinator Program Studi (Koorprodi) dengan Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si.
Prosesi yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat tata kelola akademik yang berbasis kinerja, transparansi, dan akuntabilitas. Perjanjian ini merupakan turunan langsung dari kontrak kinerja Dekan bersama Rektor UIN KHAS Jember, sekaligus selaras dengan implementasi Dasacita dan Rencana Strategis universitas.
Fokus Kinerja Prodi Berbasis Transformasi Pendidikan
Dalam dokumen Perkin, setiap program studi menyepakati target Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) yang relevan dengan dinamika global. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kontribusi aktif Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam merespons kebutuhan pembelajaran kontekstual berbasis masyarakat.
Koorprodi Tadris IPS menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pendekatan etnopedagogi, literasi sosial, dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) sebagai bagian dari implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Hal ini diharapkan mampu meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang pendidikan, penelitian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Adapun sejumlah target strategis yang disepakati meliputi:
- Peningkatan Animo Mahasiswa minimal 3%, termasuk melalui promosi berbasis digital dan penguatan branding prodi seperti Tadris IPS sebagai pusat kajian sosial berbasis kearifan lokal.
- Penguatan Akreditasi Unggul, dengan pemenuhan minimal 90% dokumen pendukung reakreditasi.
- Keterserapan Lulusan, ditargetkan 70% lulusan bekerja dalam waktu ≤6 bulan, termasuk sebagai pendidik IPS, peneliti sosial, maupun praktisi pemberdayaan masyarakat.
- Pengembangan Kompetensi Dosen, dengan target 60% dosen mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan penguatan riset, termasuk riset sosial berbasis lokal seperti studi budaya dan pariwisata.
- Internasionalisasi Akademik, melalui guest lecture internasional dan publikasi ilmiah, termasuk kajian sosial berbasis global-local perspective.
- Hilirisasi Riset dan MBKM, dengan minimal dua kerja sama aktif, seperti program pengabdian masyarakat berbasis desa wisata atau praktik lapangan mahasiswa Tadris IPS.
- Penguatan Karakter dan Inklusi, melalui implementasi SOP perlindungan mahasiswa dan pembelajaran IPS yang menjunjung nilai toleransi, keadilan sosial, dan keberagaman.
Sinergi dan Evaluasi Berkelanjutan
Dalam sambutan penutupnya, Dekan FTIK menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Perkin membutuhkan sinergi seluruh elemen fakultas. Evaluasi berkala akan dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus dasar pemberian penghargaan dan pembinaan.
“Perjanjian kinerja ini adalah kompas kerja kita. Termasuk bagi Prodi Tadris IPS, yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya RAKERPIM 2026, seluruh jajaran pimpinan FTIK, termasuk Prodi Tadris IPS, siap mengimplementasikan program strategis yang telah dirumuskan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi FTIK sebagai lembaga pendidikan yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.




