tips@iain-jember.ac.id

Seminar Nasional Tadris IPS \"Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan

Home >Berita >Seminar Nasional Tadris IPS \"Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan
Diposting : Rabu, 28 Sep 2022, 06:07:36 | Dilihat : 491 kali
Seminar Nasional Tadris IPS \"Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan


Prodi Tadris IPS menyelenggarakan seminar nasional dengan grand tema "Peningkatan Literasi Budaya Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal" pada hari Jum'at, 23 September 2022. Seminar Nasional ini merupakan agenda Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Seminar nasional ini menghadirkan pemateri Prof. Dr. Drs. Ersis Warmansyah Abbas, BA, M.Pd. (Ketua APRIPSI/Kaprodi Pendidikan IPS Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan), dan dipandu oleh Anindya Fajarini, M.Pd. Sambutan acara oleh Musyarofah, M.Pd. (Kaprodi Tadris IPS UIN KHAS Jember) dan Dr.H. Mashudi, M.Pd., (Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK UIN KHAS Jember) sekaligus membuka acara seminar nasional. Peserta yang mendaftar 384 orang, jumlah peserta yang hadir sebanyak 229 orang dari mahasiswa prodi Tadris IPS, anggota APRIPSI, dan mahasiswa perguruan tinggi lain.

Prof. Ersis selaku narasumber menyampaikan literasi bukan hanya menulis saja melainkan lebih dari itu, yaitu tentang literasi budaya, sains, teknologi dan sebagainya. Adanya literasi ini diharapkan untuk memecahkan masalah. Ilmu Pengetahuan Sosial tidak hanya belajar di dalam ruangan tetapi IPS  menjadikan masyarakat sebagai laboratorium outdoor, karena IPS bukan hanya tentang konsep saja bukan hanya hafalan. Pendidikan IPS adalah pengetahuan dan keterampilan untuk menyiapkan anak didik agar dia pintar dalam menyelesaikan masalah-masalah  masyarakat maka dari itu pendidikan IPS itu sangat penting bagi kita agar bisa membekali anak didik kita. Pendidikan IPS wajib hukumnya memanfaatkan kearifan lokal, kita bisa mengajarkan dengan memulai penelitian terlebih dahulu. Budaya lokal yang kita miliki itu sangat banyak. Sejarah membuktikan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang eksis, bangsa yang pintar karena bangsa Indonesia tidak pernah lepas dari perkembangan dunia 4.0 jadi kita tidak bisa memvonis bangsa kita ini budayanya tertinggal zaman.  Pendidikan IPS itu harus bahkan wajib untuk berbasis budaya lokal.

Pesan yang bisa didapat dari pemateri bagi kita semua khususnya mahasiswa Prodi Tadris IPS betapa pentingnya mengembangkan literasi budaya melalui pembelajaran IPS terutama dalam berbasis kearifan lokal yang berkembang di lingkungan sendiri. (Abdurrahman)

;