KKL MATA KULIAH GEOGRAFI TADRIS IPS ANGKATAN 22
Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang berlokasi di Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Kegiatan KKL ini dilakukan pada Hari Sabtu tanggal 27 Mei 2023 oleh mahasiswa Tadris IPS angkatan 2022 dengan pendampingan Bapak Nasobi Niki Suma, S.Pd., M.Sc., dan Ibu Novita Nurul Islami, S.Pd., M.Pd., selaku pengampu mata kuliah Ilmu Geografi dan Pendidikan IPS.
Program Kuliah Kerja Lapangan ini merupakan bentuk pengamatan secara langsung terhadap hasil pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga diharapkan mahasiswa menjadi paham dan mengerti akan proses geologi yang terjadi sejak jutaan tahun lalu hingga saat ini. Beberapa lokasi yang menjadi tujuan Kuliah Kerja Lapangan oleh Mahasiswa Tadris IPS diantaranya adalah Bukit Kapur (Bukit Sadeng), Bukit Pasir ( Sand Dunes), Hutan Mangrove, dan Pantai Cemara.
Bukit Kapur yang terletak di Desa Grenden, dengan luas wilayah kurang lebih 280 hektare menjadi salah satu kawasan penghasil kapur yang merupakan bahan baku semen terbesar pada tahun 2022. Adanya Bukit Kapur di kawasan tersebut memberikan dampak positif terhadap sektor perekonomian masyarakat sekitar. Namun dibalik dampak positif yang timbul, industri batu kapur membawa dampak negative terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang tinggal disekitar lokasi penambangan. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya debu yang timbul dan memenuhi jalanan dan tertimbun di atap rumah warga.
Setelah melakukan wawancara dan observasi di Bukit Kapur, peserta KKL melanjutkan perjalanan menuju Bukit Pasir yang berlokasi di Desa Puger Kulon. Disana mahasiswa melakukan pengamatan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS), proses bertumpuknya pasir, dan dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang membentang di atas 8 kabupaten, Provinsi Jawa Timur. Muara sungai bedadung yang menjadi daerah aliran sungai terakhir memberikan dampak positif terhadap mobilitas sosial nelayan setempat. Namun di sisi lain adanya muara sungai ini menjadikan daerah tersebut menjadi sarang tertimbunnya sampah dari daerah hulu.
Kemudian peserta KKL melanjutkan perjalanan ke pos tiga yaitu di hutan mangrove dan TPI getem, yang terletak di desa Mojomulyo, kecamatan Puger, kabupaten Jember. Disana Peserta KKL mempelajari tentang fungsi ekonomis dan fungsi ekologis dari hutan mangrove. Adapun fungsi ekonomis dari hutan mangrove yaitu sebagai tempat wisata, sebagai lahan ikan, dan menjadi pekerjaan pengelola tambak bagi masyarakat. Sedangkan fungsi ekologisnya yaitu mencegah abrasi dan tempat tinggal fauna seperti ikan glodok, bandeng, udang, burung-burung, dll. Selain belajar tentang fungsi ekonomis dan fungsi ekologis mangrove mahasiswa juga diajak belajar mengenai manfaat TPI, antara lain sebagai sarana jual beli ikan, tempat berlabuhnya para nelayan dan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ikan tanpa pergi ke pasar. Adanya lahan tambak tersebut memberikan dampak positif, salah satunya menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar dan sebagai penahan ombak. Namun juga membawa dampak negatif yaitu terjadi pencemaran udara dan laut menjadi banyak sampah.
Penelitian terakhir masih di desa Mojomulyo yaitu bertempat di pantai Cemara. Disana mahasiswa meneliti tentang perbedaan pantai selatan dan pantai utara pulau Jawa yang mana dapat disimpulkan bahwa pantai selatan ombaknya lebih besar yang disebabkan oleh tempat pertemuan antar lempeng, lebih sedikit tanaman mangrove. Sedangkan di pantai utara pulau Jawa ombaknya lebih tenang karena bukan tempat bertemunya antar lempeng, banyak lumpur dan juga banyak tanaman mangrove. Selain mengamati tentang perbedaan pantai selatan dan utara pulau Jawa mahasiswa juga mengamati tentang proses terjadinya angin, yaitu angin darat dan angin laut yang merupakan angin lokal yang terjadi di wilayah pantai dan sekitarnya. Pohon cemara memiliki manfaat yaitu mencegah abrasi, menambah oksigen, dan juga sebagai tempat wisata.(Oman)



