Happy Ied Mubarak
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Alhamdulillah di hari yang penuh kemuliaan dan kemenangan ini, seluruh umat Islam di seluruh dunia bersatu memperingati hari raya kemenangan, setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan, yaitu hari raya Idul Fitri.
Hari raya Idul Fitri adalah hari raya kemenangan umat Islam. Sebagai umat Islam harus mengetahui apa makna Idul Fitri. Kata Id berasal dari akar kata ‘âda – ya‘ûdu yang artinya kembali, sedangkan kata fitri sebagaimana dalam kamus Munjid halaman 555 bermakna berbuka bagi orang yang berpuasa. Dengan demikian, makna Idul Fitri adalah kembali berbuka puasa setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kata fitri memiliki kaitan dengan kata fithrah. Dalam kamus yang sama, kata fithrah bermakna agama yang benar dan tabiat asal kejadian manusia. Maksudnya, setiap orang yang berpuasa selama bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas karena Allah, akan diampuni segenap dosanya yang telah lampau. Sehingga pada hari raya ini umat Islam kembali pada fitrah, bagaikan bayi yang suci dan bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan. Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari juz 3 halaman 26 meriwayatkan hadits, Nabi bersabda:
“Barangsiapa puasa di bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas karena Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.”
Kita perlu mengingat bahwa manusia adalah makhluk sosial, yang pasti memiliki kesalahan, baik kesalahan kepada Allah SWT (haqqullah), dan kesalahan kepada sesama manusia (haq adami). Manusia yang memiliki kesalahan kepada Allah subhanahu wata’ala, akan mendapatkan ampunan di hari yang mulia ini setelah melakukan puasa di bulan Ramadhan. Namun kesalahan sesama manusia hanya bisa diampuni ketika telah saling memaafkan. Oleh karena itu, pada momentum hari raya Idul Fitri ini, hari di mana setiap Muslim sedang gembira dan berlapang dada, mari kita hidupkan tradisi yang amat baik selepas Idul Fitri, yaitu tradisi saling memaafkan, atau lebih dikenal dengan tradisi halal bihalal. Yang memiliki kesalahan meminta maaf pada yang disalahi, yang disalahi memberi maaf kepada yang bersalah. Tradisi ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 199:
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.”
Selain itu, dalam sebuah hadits, orang yang bersalah diperintahkan untuk segera meminta maaf atas kesalahannya. Sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari Juz 3 halaman 129. Nabi bersabda:
“Barangsiapa memiliki kesalahan terhadap saudaranya, baik moril maupun materil, segeralah meminta kehalalannya hari itu juga, sebelum sampai pada hari tiada dinar dan dirham. Jika hal tersebut terjadi, bila ia memiliki amal baik, amal tersebut akan diambil sesuai kadar kesalahannya. Namun, bila ia sudah tidak memiliki kebaikan, maka ia akan ditimpakan kesalahan dari saudara yang ia salahi.”
Menjadi jelas, pada hari ini semua orang sedang bahagia dengan menyambut hari raya Idul Fitri, semua orang mudah memberi maaf, semua orang dalam keadaan lapang, mari kita manfaatkan momentum berharga ini untuk saling bermaafan, saling rukun, bersatu dan mempererat tali persaudaraan. Mari kita berdoa bersama supaya prodi Tadris IPS IAIN Jember semakin jaya dan semoga orang-orang yang sering iseng atau bergurau secara berlebihan terutama pada Web Tadris IPS IAIN Jember supaya diberi hidayah, diampuni dosanya dan diberi keikhlasan untuk membantu prodi Tadris IPS IAIN Jember. Aamiin. (Oman)



